Jika ada file yang tak dapat didownload, tolong email kami di: alfalah77@gmail.com

Rabu, 24 November 2010

Kisah 1001 Malam, Kumpulan Kisah Abu Nawas

Nama Abu Nawas begitu populer sehingga cerita-cerita yang mengandung humor banyak yang dinisbatkan berasal dari Abu Nawas.

Tokoh semacam Abu Nawas yang mampu mengatasi berbagai persoalan rumit dengan style humor atau bahkan humor politis temyata juga tidak hanya ada di Negeri Baghdad. Kita mengenal Syekh Juha yang hampir sama piawainya dengan Abu Nawas juga Nasaruddin Hoja sang sufi yang lucu namun cerdas. Kita juga mengenal Kabayan di Jawa Barat yang konyol namun temyata juga cerdas.

Almarhum Gus Dur, Cak Nun (Emha Ainun Najib), kadang mengutip kisah Abu Nawas dalam sejumlah tulisannya. Dalam tradisi pesantren dan masyarakat Islam secara umum, memang Abu Nawas digemari bahkan menjadi inspirasi. Situasi politik atau aspek kehidupan sehari-hari yang tidak bisa dikomunikasikan secara pragmatis bisa disampaikan lewat metafor kisah Abu Nawas. Gus Dur bahkan menciptakan lagu yang dikutip dari doa Abu Nawas. Doanya seperti ini: “Illahi lastu fi firdausi ahla, walaa aqwa'alan naril jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil 'adhimi.” (“Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar”.

Abu Nawas bahkan setelah mati pun masih bisa membuat orang tertawa. Di depan makamnya ada pintu gerbang yang terkunci dengan gembok besar sekali. Namun di kanan kiri pintu gerbang itu pagarnya bolong sehingga orang bisa leluasa masuk untuk berziarah ke makamnya. Apa maksudnya dia berbuat demikian?  Mungkin itu adalah simbol watak Abu Nawas yang sepertinya “tertutup” namun sebenarnya “terbuka”, ada sesuatu yang misteri pada diri Abu Nawas. Ia sepertinya bukan orang biasa. Bahkan ada yang meyakini bahwa dibalik kesederhanaannya ia adalah seorang guru sufi. Namun ia tetap dekat dengan rakyat jelata bahkan lebih memilih konsisten membela mereka yang lemah dan tertindas daripada menjadi penasehat, berdiam di istana khalifah.

Abu Nawas pernah dipanggil untuk menjabat sebagai qadi (Hakim) menggantikan ayahandanya (Syekh Maulana) yang meninggal dunia. Tetapi Abu Nawas menolak  tawaran khalifah, ia tidak mau. Bahkan tingkahnya ugal-ugalan, ia mendadak bertindak seperti orang gila. Tatkala khalifah akhirnya mengangkat orang lain yang sangat berambisi dengan jabaatan tersebut, Abu Nawas berdoa: “"Alhamdulillah aku telah terlepas dari balak yang mengerikan..”.

Di zaman sekarang ini, ketika banyak orang yang justru mendekat pada lingkar kekuasaan, kita merindukan tokoh seperti Abu Nawas yang lebih memilih bersama rakyat dibanding tunduk, memeluk kekuasaan.

Begitu banyak cerita lain yang diadopsi menjadi Kisah Abu Nawas sehingga kadang-kadang cerita tersebut tidak masuk akal bahkan terlalu menyakitkan orang timur. Untuk yang satu ini kisah Abu Nawas yang “aneh” itu konon telah dimodifikasi  secara sengaja oleh kaum orientalis untuk menjelek-jelekkan masyarakat Islam. Karena itu membaca cerita Abu Nawas kita harus kritis dan waspada.

Nah, silahkan menikmati Kumpulan Kisah Abu Nawas lewat salah satu link bawah ini:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...